in

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 20 November 2012

INSYAFLAH


Kehidupan yang sedang kita jalani saat ini, terus berlalu tanpa henti. Perlahan..... detik..., menit...., jam....., hari....., minggu......, bulan......., dan tahun pun berlalu. Waktu yang telah kita lewati, tak pernah sekali pun berjanji untuk menjelang kembali. Dalam menjalani kehidupan di dunia fana ini, suatu waktu seberkas kebahagian meliputi diri; hari berlalu begitu indah; penuh tawa dan canda. Akan tetapi, di lain waktu, kita merasa tercampak ke dalam kubangan penderitaan; yang tersisa hanyalah rintihan, desah tangis, dan deraian air mata.
Bila direnungkan secara mendalam, maka hidup kita ini tak obahnya seperti lembaran dedaunan hijau yang sedang digerogoti ulat. Itulah putaran waktu. Hidup bagaikan hujan deras yang turun menyiram bumi. Kita manusia adalah tanaman yang mekar-merekah beberapa saat, lalu layu, kering, dan akhirnya jatuh ke permukaan tanah. Apa arti semua ini? ..... Dunia yang kita tempati sekarang hanyalah tempat persinggahan sejenak. Sadarilah, dunia ini bersifat maya dan sementara. Tak ada yang abadi. “Semua bakal lenyap dan musnah. Yang Kekal dan Abadi hanyalah zat Allah semata. Dialah Yang Maha Agung lagi Maha Mulia”.[1]
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kemudian hanyalah kepada kami kamu dikembalikan.[2]
Sadar dan insyaf-lah, wahai diri!
Permainan sang waktu tak pernah jemu menjerumuskan kita ke dalam kelalaian. Bukankah pada akhirnya, kita bakal terkapar, tanpa daya di liang lahat, di bawah gundukan tanah bertatahkan batu nisan? Inna lillĆ¢hi wa inna ilayhi rĆ¢ji’Ć»n....... Bukankah itu suatu kepastian? Lebih pasti dari akan terbitnya sang fajar esok hari. Tak seorang pun bakal luput dari yang namanya ajal.
Bayangkanlah.......Betapa pedihnya penderitaan tatkala sakaratul maut itu. Ketika Izra’il, malaikat pencabut nyawa menarik roh kita sejengkal demi sejangkal. Dengan menanggung sakit tak alang kepalang, bagaikan 300 kali bacokan pedang, bak binatang dikuliti dalam keadaan masih hidup. Begitu pedih dan menyiksa. Lalu dengan nafas sesak, kita berusaha menjerit serak:........Allah..........Allah........Allah........Waktu itu, mulai dari ujung kaki sampai ubun-ubun kita mengelepar menahan sakit. Pandangan mata kita kian lama akan semakin kabur, dan akhirnya........gelap gulita sama sekali.
Pada sentakan yang terakhir, sakitnya tak tertahankan lagi; pengap, sesak, dan menindih. Merenggang hebat sekujur tubuh kita, lalu tubuh yang tadinya penuh semangat, berubah kaku dan beku seketika. Kemudian, tibalah saatnya jasad kita dimandikan orang untuk kali yang terakhir. Selanjutnya, dibungkus dengan lembaran kain kafan. Sehebat dan sekaya apa pun kita masa di dunia, tetap itulah pakaian kita saat menghadap ke hadirat Ilahi. Setelah itu, orang banyak akan menyelenggarakan shalat jenazah; menyampaikan salam perpisahan melepas keberangkatan kita menuju alam baka. Keranda tempat kita dibaringkan pun digotong orang nenuju pandam pemakaman..
Saat itu, orang yang melayat dengan wajah penuh duka, tertunduk pilu berusaha untuk mengumandangkan: SubhĆ¢nallĆ¢h wal Hamdu lillĆ¢hi wa LĆ¢ IlĆ¢ha IllAllĆ¢h.....AllĆ¢hu akbar”. Adik atau kakak kita menangis haru di pintu halaman. Iba sangat hati ayah dan ibu, kita anak tumpuan harapan telah tiada, pergi buat selamanya. Teman dan sahabat menatap dengan muka sabak berlinang air mata..... Akan tetapi, kita yang sudah menjadi mayat, tak pedulikan semua itu. Keranda tetap diusung orang. Saat tiba di pandam pemakaman, telah disediakan orang untuk kita sebuah lubang berukuran tak lebih dari 1x2 meter dengan sebuah liang lahat; sekedar seukuran badan. Masih belum sadarkah kita bahwa itulah sebenarnya rumah masa depan kita? Jasad kita perlahan akan diturunkan ke liang kubur, dibaringkan dalam liang lahat dengan posisi menghadap kiblat. Diiringi doa BismillĆ¢hi ’alĆ¢ millati RasĆ»lillĆ¢h Shalallahu ‘Alayhi wa Sallam”, air mata pun menetes kali yang terakhir.
Setelah itu, bongkahan tanah dijatuhkan perlahan sampai akhirnya menutupi seluruh lubang kuburan. Kian lama semakin padat dan akhirnya batu nisan pun di pancangkan sebagai tanda di sinilah seorang anak manusia pernah dikuburkan. Itulah kenyataan yang tak terbantahkan. Siapa pun tak dapat memungkirinya  dan kita tak dapat menghindar darinya. Kenapa? Kini terbukti sudah, betapa benarnya firman Allah "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu. Kemudian, kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan".[3] Benar juga, firman Allah lainnya:
 
Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya


[1] QS. Al-Rahman/55: 26
[2] QS. Al-‘Ankabut/29: 57
[3] QS. Al-Jumu’ah/62: 8

Minggu, 11 November 2012

Qalbuku


Ketika diri ini sunyi, aku teringat dengan Mu
Ketika hati ini gelisa aku selalu teringat dengan Mu
Ketika aku tidak ada tempat menumpahkan prasaan ini aku teringat dengan Mu

Ya Allah Engkau tidak pernah bosan dengan keluh kesah hambaMu
Ya Allah engakau slalu memberikan rahmat kepada setiap hamba Mu yang mambuthkan pengampuanan Mu
Ya Allah begitu banyak karunia yang engkau berikan kepada hambaMu ini, tetapi apa yang dapat ku berikan sebagai rasa syukur ku
Ya Allah pengampunan Mu lebih luas dari pada alam jagat raya ini, tetapi mengapa hambamu malas untuk minta ampun kepada Mu
Ya Allah azab Mu sangatlah pedih tetapi mengapa hambaMu tidak minta pertolongan kepada MU
Ya Allah Engkau maha melihat tetapi mengapa hamba Mu seakan-akantidak mengetahui pada hal ini pasti adanya

INGATLAH SAUDARA KU SEIMAN DAKWAH INI JALANNYA SANGAT PANJANG SEKALI, APA YANG SUDAH KITA PERSEMBAHKAN UNTUK ISLAM????
DENGAN DAKWAHLAH KITA BISA MENGEJAR KESYAHIDAN ITU
SAUDARA KU DAKWAH INI LEBIH PANJANG DARI UMUR KITA
DAKWAH TIDAK MEMBUTUHKAN KITA, KITALAH YANG MEMNUTUHKAN DAKWAH, KALU KITA TIDAK LAGI BERDAKWAH ALLAH AKAN MENGGANTIKA KITA DENGAN UMAT YANG LEBIH BAIK DARI KITA,
INGATLAH HIDUP DIDUNIA INI HANYA SEMENTARA, YANG KITA BAWA HANYALAH AMAL PERBUATAN KITA.

Ciri-ciri Kompetensi Kepribadian Guru yang Disenangi Siswa


Adapun bentuk-bentuk kompetensi kepribadian konselor yang diharapkan oleh siswa adalah
1.    Konselor yang  tidak arogan/sombong
2.    Sabar dan toleransi
3.    Bisa menciptakan suasana yang menyenangkan
4.    Enak diajak curhat
5.    Murah senyum dan ramah
6.    Adil dan bijaksana
7.    Profesional dalam mengampu sesuai dengan bidang keahlianya
8.    Dapat mengelola kelas dengan baik
9.    Disiplin
10. Bisa menjadi tauladan yg baik bagi siswa sebagai peserta didik
11. Bisa memahami siswa
12. Mampu memberi motivasi dan nasehat
13. Berpenampilan menarik
14. Mengikuti perkembangan zaman[1]

Lebih lanjut dijelaskan bahwa bentuk-bentuk kompetensi kepribadian konselor yang diharapkan oleh siswa adalah
1.  Konselor yang  tidak arogan/sombong
Konselor di sekolah diberi kebebasan melakukan pelayanan bimbingan konseling sesuai dengan teknik dan metode bimbingan konseling tanpa harus arogan. Tentunya siswa sangat memiliki ekspektasi terhadap konselor untukyang tidak sombong dan membanggakan diri, apalagi membanggakan kelebihan anak kandungnya dirumah.
2.  Sabar dan toleransi
                Konselor mesti memberikan kesabaran, toleransi untuk membimbing siswa. Siswa yang datang menemui konselor bukan berarti siswa itu bodoh, cengeng, dan lemah tetapi siswa menyadari bahwasanya siswa membutuhkan orang untuk menoptimalkan potensi yang mereka miliki. Siswa sebagai manusia yang punya rasa ingin dihargai.
3. Bisa menciptakan suasana yang menyenangkan
                Siswa sangat senang jika konselor mampu menciptakan suasana bimbingan konseling yang menyenangkan sehingga membuat siswa tidak bosan dan siswa mengikuti layanan konseling dengan hati yang ikhlas dan sungguh-sungguh. Hal ini dapat menunjang keberhasilan pembelajaran, pengajaran dan pendidikan di sekolah.
4. Enak diajak curhat
Bahwa setiap siswa itu pasti punya masalah, bisa jadi masalah yang tersebut mengganggu kegiatan belajar maupun yang tidak. Tapi kebanyakan masalah itu bisa menggangu kegiatan belajar siswa, jadi tidak konsentrasi karena sedang ada masalah. Maka siswa menginginkan ada tempat mengadu atau tempat bercerita disekolah salah satunya konselor. Pentingnya seorang konselor bisa dekat dengan siswa, siswa akan senantiasa menceritakan masalahnya dan konselor tersebut diharapkan bisa memberi solusi untuk meringankan beban masalah siswa tersebut, dengan ini diharapkan kegiatan belajar akan kembali normal. Perlu diperhatikan juga, curhat disini bukan berarti bimbingan konseling tempat curhat semata.
1.  Murah senyum dan ramah
            Senyum adalah salah satu kriteria yang didambakan siswa terhadap konselor. Misalnya konselor sedang bejalan dimanapun saat ketemu dan siswanya menyapa kalau guru itu tidak senyum pasti siswa akan jadi jengkel. Sedangakan dengan senyum dan saling menyapa akan menambah keakraban antara keduanya siswapun akan lebih senang terhadap bimbingan konseling walaupun jam masuk lokal konselor sedikit.
2.  Adil dan bijaksana
Setiap siswa itu mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Kadang perhatian konselor hanya berpusat pada siswa yang pandai.  Padahal siswa yang kurang pandai itu juga butuh perhatian, atau sebaliknya konselor lebih memperhatikan siswa yang kurang pandai atau siswa yang mengalami tingkat permasalahan lebih tinggi. Pada situasi seperti ini sebetulnya sangat banyak siswa yang hatinya merintih ingin sekali mendapat perhatian yang adil dan bijak dari konselor.
3.  Profesional dalam mengampu sesuai dengan bidang keahlianya
                Siswa yang mempunyai taraf kebosanan dalam belajar di sekolah, maka siswa sangat menginginkan guru yang masuk kedalam kelas mereka berbeda. Misalnya jam pertama dan kedua mereka belajar sosiologi, jam ketiga dan keempat pastinya siswa senang lagi wajah baru yang masuk ke ruangan kelas mereka. Namun karena guru mata pelajaran sosiologi yang masuk jam pertama dan kedua juga menjabat sebagai konselor maka haru masuk lagi ke kelas tersebut jam berikutnya. Jadi dalam satu hari itu siswa berhadapan di kelas dengan guru yang sama dua kali, hal ini akan membuat jenuh dan bosan pada diri siswa. Maka konselor harusnya bekerja sesuai dengan apa yang dia peroleh dan dia tekuni dalam pendidikannya. Tidak berupaya hanya sekedar mendapatkan pekerjaan tetapi juga berupaya memberikan apa yang dimilikinya yang tentunya sesuai dengan bidangnya.
4.  Dapat mengelola kelas dengan baik
Siswa menginginkan konselor mesti mampu menciptakan suasana pelayanan yang aktif dan menyenangkan sehingga siswa-siswa betah mengikuti layanan bimbingan konseling di dalam kelas atau di luar kelas. Pelayanan yang menyenangkan bukan semata-mata pelayanan yang mengharuskan siswa untuk tertawa terbahak-bahak, melainkan sebuah pembelajaran yang di dalamnya terdapat kohesi yang kuat antara konselor dan siswa. yang ada hanyalah jalinan komunikasi yang saling mendukung.


5.  Disiplin
Konselor diharapkan siswa harus memberikan contoh yang baik dengan kedisiplinan seperti: datang tepat pada waktunya. Apabila dalam kegiatan pelayanan bimbingan konseling konselor tidak dapat hadir, hendaknya guru konselor menginformasikan misal dengan menulis surat untuk kepala sekolah serta mengutus salah satu konselor yang lain untuk memberikan tugas atau kegiatan kepada siswa,  Karena kedisiplinan awal dari kesuksesan dan disiplin pula yang harus ditanamkan pada diri siswa.
6.      Bisa menjadi tauladan yg baik bagi siswa sebagai peserta didik
Konselor akan mendidik dan membentuk kerpibadian siswa, maka konselor diharapkan siswa mampu menjadi teladan bagi mereka. Siswa akan melihat, mencontoh dan mempratekkan apa yang disampaikan dan dilakukan oleh konselor mereka.
7.      Bisa memahami siswa
”Hubungan antara konselor dan murid dapat dijalin dengan pendekatan didaktik metodik yang bernuansa “pedagogis”. Artinya, interaksi antara guru dan murid tidak dijalin dengan komunikasi yang “kaku” seperti “orang yang serba tahu” dengan “anak yang serba tidak tahu”.[2] Dengan demikian, sensitivitas konselor lebih mengarah kepada upaya untuk memberikan pelayanan secara prima kepada siswa. Pelayanan semacam ini akan terwujud manakala konselor benar-benar dapat memerankan diri sebagai fasilitator, bukan sebagai orang yang menceramahi siswa.
8.  Mampu memberi motivasi dan nasehat
                 Konselor ialah pendidik yang dalam kesehariannya bergaul dan beraktivitas memotivasi, mengarahkan serta membimbing kemajuan siswa sebagai peserta didiknya. Itulah sebabnya, tanpa konselor yang profesional niscaya kualitas pendidikan kurang dapat dicapai. Konselor harus mampu memberikan inspirasi yang ideal terhadap siswa.
9.      Berpenampilan menarik
               Intensitas pertemuan antara konselor dan siswa di sekolah berlangsung hampir setiap hari, baik pada jam pelayanan ataupun diluar jam pelayanan bimbingan konseling. Konselor adalah teladan/contoh bagi siswa-siswi di sekolah, baik tingkah laku maupun gaya berpenampilan secara tidak langsung akan di contoh oleh siswanya. Oleh sebab itu, konselor diharapkan dapat berpenampilan menarik dan rapi. Selain mencontohkan kepada siswa supaya berpakaian rapi, juga memberikan kesan berwibawa.
10.  Mengikuti perkembangan zaman
             Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, konselor diharapkan dapat selalu mengikuti perkembangan yang ada. Jadi konselor dapat menginformasikan pada siswa apa-apa saja yang terjadi, sehingga siswa dapat mengikuti perkembangan zaman.


[2] Ibid., hal. 4